Evaluasi POD; Resume 6

Evaluasi POD

A. PENDAHULUAN

Dalam pendidikan orang dewasa, evaluasi merupakan hal yang baru kita ketahui. Setiap hari kita melakukan evaluasi didalam kehidupan sehari-hari, mulai dari penilaian tentang bahan makanan, harga makanan dengan cita rasa makanan yang kita nikmati sampai pada hal-hal kecil yang kita evaluasi. Namun dalam pendidikan orang dewasa yang kita akan bicarakan apakah evaluasi yang kita lakukan itu baik atau tidak.

B. Pengertian dan Jenis Evaluasi

Evaluasi digunakan untuk menunjukkan proses menentukan kekuatan atau nilai pekerjaan mereka. Evaluasi adalah suatu cara mengukur hasil dari kegiatan pendidikan.

Berdasarkan tingkat formalitas dan ketepatannya, evaluasi dapat dibagi 3, yaitu (Morgan, et.al., 1976) :

- Evaluasi Informal

- Evaluasi Semi Formal

- Evaluasi Formal atau penelitian ilmiah

Evaluasi Informal adalah penilaian tentang masalah yang sederhana tanpa menggunakan banyak pertimbangan prinsip-prinsip evaluasi. Sedangkan, Evaluasi Formal atau penelitian ilmiah : Penilaian yang menggunakan prosedur riset yang canggih (Seeperesad & Henderson, 1984).

Berdasarkan tujuannya, evaluasi dibagi menjadi 2, yaitu :

- Evaluasi Formatif, berusaha mengidentifikasikan dan memperbaiki dan memperbaiki kekurangan selama masa pengembangan program. Dalam pengajaran evaluasi ini digunakan untuk memperoleh data yang akan digunakan untuk memperbaiki dan membuat seefektif mungkin materi pengajaran (Dick & Carey, 1978, dalam Kusuma & Willis, 1989).

- Evaluasi Sumatif, menilai manfaat program akhir untuk menentukan efisiensi, dan efektivitas satuan acara pengajaran.


C. Manfaat Evaluasi

Evaluasi bermanfaat dalam pendidikan orang dewasa, diantaranya menurut Flores, Bueno, dan Lapastora (1983), yaitu untuk :

- Menentukan patokan awal yang dapat dipakai sebagai dasar perbandingan tindakan baru.

- Menentukan pengarahan kembali (redirection) atau perbaikan suatu aktivitas.

- Ketidakpastian dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, evaluasi menghilangkan ketidakpastian tersebut dengan cara menunjukkan keberhasilan atau alasan ketidakberhasilan.

- Meningkatkan kepercayaan diri diantara penerima evaluasi. Melalui evaluasi dan mengetahui suatu tujuan dapat tercapai dan dengan meyakinkan bahwa kesempatan untuk sukses tetap terbuka.


D. Tujuan Evaluasi

Tujuan utama evaluasi dapat diringkas sebagai berikut (Morgan, et al., 1976).

1. Untuk menentukan seberapa dekat peserta didik secara individual dan keseluruhan kelas telah mencapai tujuan umum yang telah ditentukan

2. Untuk mengukur tingkat perkembangan yang telah dicapai oleh peserta didik dalam waktu tertentu

3. Untuk menentukan efektivitas bahan, metode, dan kegiatan pengajaran

4. Untuk memberikan informasi yang bermanfaat bagi peserta didik, instruktur dan masyarakat.


E. Prinsip Evaluasi

Prisip-prinsip evaluasi sering digunakan dalam mengevaluasi bidang pendidikan dan psikologi. Berikut beberapa prinsip penting yang dapat menjadi bekal bagi para pendidik orang dewasa dan psikologi antara lain (Morgan, et al., 1976) :

- Mempunyai tujuan pasti

- Menggunakan tujuan perilaku yang terjangkau dan pasti

- Bukti tentang perubahan dalam diri individu

- Menggunakan instrument yang tepat dalam evaluasi

- Kerjasama antara peneliti dengan orang yang dinilai kemajuannya

- Tidak perlu mengevaluasi semua hasil pembelajaran

- Evaluasi harus berkesinambungan


F. Prosedur Evaluasi

Beberapa pendapat mengenai prosedur evaluasi seperti. Menurut Ibrahim (2003) dan Soedarmanto (2005), Mardikanto (1992), Frutchey (1973), Speeperesad & Henderson (1984) dan Morgan, et al., Dari seluruh tokoh diatas dapat kita temukan beberapa unsur yang selalu ada, seperti :

- Tujuan

- Kriteria

- Instrument

- Pengumpulan data

- Analisis data

Dan hal lain yang penting yaitu unsur kesimpulan yang perlu dinyatakan secara eksplisit, sehingga prosedur evaluasi menjadi :

- Penentuan tujuan atau kebutuhan evaluasi

- Penentuan Kriterian atau standar evaluasi

- Penyusunan instrument atau kuesioner evaluasi

- Melakukan pengumpulan data atau informasi

- Melakukan analisa data atau informasi

- Membuat kesimpulan.


Daftar Pustaka

Suprijanto, H. (2007). Pendidikan orang dewasa; dari teori hingga aplikasi. Jakarta : Bumi Aksara

Komunikasi Tertulis dalam POD; Resume 5

Komunikasi Tertulis dalam POD

A. Pendahuluan

Komunikasi tertulis adalah bagian dari program komunikasi yang ditujukan kepada mereka membaca. Beberapa bentuk komunikasi tertulis yang paling umum digunakan adalah surat, termasuk laporan berkala dan surat edaran, berita, poster, bulletin, leaflet dan pamphlet. Yang paling terpenting dalam komunikasi tertulis adalah pesan sedapat mungkin bersifat “pribadi”, singkat dan menarik. Keberhasilan dalam komunikasi tertulis tergantung pada seberapa jauh kita mengetahui apa yang kita katakan dan seberapa jauh kecermatan kita dalam merencanakan pesan.

B. Laporan Berkala dan Surat Edaran

Laporan berkala adalah laporan yang dikirim secara pribadi kepada orang banyak. Ini merupakan salah satu cara penulis berkomunikasi dengan orang banyak. Agar laporan yang diberikan efektif, maka laporan harus tepat, lengkap, akurat, mudah, dan dapat dibaca.

Perbedaan antara laporan berkala dan surat edaran terletak pada sifak “pribadi”nya. Surat edaran berfokus pada suatu peristiwa, kejadia, atau keadaan lingkungan. Surat edaran digunakan untuk memperkuat dan memberi dorongan terhadap pelaksanaan pertemuan, demonstrasi, hari lapangan, atau kegiatan pendidikan orang dewasa. Isi dari laporan berkala dapat lebih mengikuti perkembangan, bersifat local dan khusus (Bahrens & Evans, 1984).

C. Berita

Berita merujuk pada artikel yang dicetak dalam surat kabar local. Untuk memasukkan berita kedalam surat kabar, sebaiknya meluangkan waktu untuk berdiskusi dengan editor, agar dapat menyajikan berita dengan tepat. Dari seluruh media komunikasi tertulis dalam pendidikan orang dewasa berita terletak pada prioritas tertinggi. Berita dalam surat kabar merupakan saran penghubung masyarakat, dan memiliki nilai yang tinggi.

D. Buletin, Folder, Leaflet atau Pamflet

Adalah informasi tertulis megenai subjek khusus yang panjang isinya bervairasi. Pada umumnya dikelompokkan sebagai komunikasi media massal karena dipersiapkan dalam jumlah banyak untuk disebarluaskan.

E. Poster

Poster adalah lembar kertas atau karton yang berisi ilustrasi dan biasanya hanya berisi sedikit kata-kata. Adalah salah satu jenis media massa tertulis yang didesain untuk menarik perhatian pejalan, menekankan fakta atau ide dan menstimulasi public untuk mendukung ide, memperoleh lebih banyak informasi atau melakukan beberapa jenis aksi.

Beberapa saran untuk mendesain poster agar lebih menarik dan efektif, yaitu :

- Tentukan public sasaran, apa yang akan disampaikan dan tindakan sasaran apa yang kita inginkan.

- Gunakan kertas, dengan kata-kata atau gambar yang mengekspresikan pesan secara sederhana dan jelas.

- Usahakan menulis pesan ke dalam slogan dengan sedikit kata-katanya, cermat, dan mengena. Kata-kata dan gambar yang digunakan harus dapat terlihat dengan pandangan sekilas dan harus dapat menstimulasi sasaran.

- Gunakan huruf balok, warna untuk menarik perhatian dengan memberikan kontras warna. Namun, tetap sisakan ruang kosong, jangan terlalu banyak huruf dan kata-kata.


F. Menulis Cepat

Menurut Read, et al., 1976, ada beberapa tips agar dapat menulis cepat, yaitu diantaranya :

- Menulis dengan simple dan jelas

- Pahami karakteristik pembaca.

- Buat outline dan ikuti.

- Buat draf kasar.

- Pilihlah kalimat sederhana, sopan dan bersifat pribadi.

- Ungkapkan secara sederhana. Kalimat yang anda pahami demikian juga pembaca tulisan anda.

- Beri tanda baca yang tepat. Agar dapat dipahami dengan tepat pula oleh pembaca tulisan anda.

- Jangan terlalu sering menggunak huruf besar.

- Minta pendapat orang yang berwenang, seleksi kalimat yang digunakan, dan lakukan pemeriksaan sebelum di ketik.

- Selesaikan tepat pada waktunya.


Daftar Pustaka

Suprijanto, H. (2007). Pendidikan orang dewasa; dari teori hingga aplikasi. Jakarta : Bumi Aksara